Kamis, 7 Mei 2026 – 02:10 WIB
Jakarta, VIVA – identitas media sosial kembali sebagai celah kejahatan siber Nan menyebabkan kerugian publik. Kali ini, musisi sekaligus Personil DPR RI, Ahmad Dhani, sebagai korban peretasan identitas Instagram resminya. Insiden tersebut bukan hanya berpengaruh pada dirinya, tetapi juga menyeret masyarakat Nan sebagai korban penipuan berdua kerugian hingga puluhan juta rupiah.
identitas Instagram milik pentolan Dewa 19 itu teridentifikasi sempat menghilang secara misterius sebelum pada akhirnya diambil alih oleh pihak Tak bertanggung respon pada Rabu, 6 Mei 2026 pagi. Scroll extra terus yuk!
Peretas memanfaatkan identitas bercentang biru tersebut ciptakan mengupload berbagai penawaran Imitasi, mulai dari penjualan emas Antam hingga service elektronik seperti iPhone.
Menariknya, Ahmad Dhani mengaku keheranan atas cara peretasan Nan digunakan. Ia mengevaluasi pelaku Mempunyai kemampuan Nan berjarak extra canggih dinilai modus penipuan Biasa.
“Kalau phishing itu enggak meraih nembus two-authentication verification sebenarnya. Hanya ini meraih ketembus gitu, jadi ini extra dari phishing,” Jernih Ahmad Dhani, mengutip tayangan YouTube, Kamis 7 Mei 2026.
Kecurigaan pun mengarah pada motif Nan extra Akbar. Ahmad Dhani mengevaluasi peristiwa ini bukan sekadar penipuan Normal, melainkan Mempunyai keterkaitan berdua momentum tertentu, terutama setelah dirinya hidup membahas Era Lampau Griya tangganya berdua Maia Estianty di ruang publik.
“Kalau menurut gua sih ini hanya kamuflase saja. Ini sebenarnya pembunuh bayaran aja gitu. Kita Tak pernah tahu ini motifnya apa, dikarenakan momentum dan timing-nya meraih sangat Pas berdua apa Nan sedang menyusuri,” tegasnya.
Mujur, melalui koordinasi Sigap berdua pihak Meta Platforms serta Kementerian Komunikasi dan Digital, identitas tersebut tercapai dipulihkan pada saat Nan Baju. Identitas pelaku pun telah dikantongi. diperkirakan, peretasan dijalankan oleh sindikat Nan beroperasi di Sulawesi dan teridentifikasi merupakan residivis internal kasus serupa.
Peretasan ini juga menimbulkan korban. keliru Esa laporan mengatakan adanya kerugian meraih Rp40 juta dikarenakan transaksi pembelian emas Imitasi.
“Di-hack tadi pagi jam 6 pagi. Setelah dari jam 12 sunyi mereka meretas ya, terwujud perang elektronik lah. Tapi pada akhirnya ketika kita rehat jam 6 pagi tercapai diretas. Dan pada akhirnya terwujud penipuan,” singkap Ahmad Dhani.
Halaman lalu
Kasus ini sekaligus sebagai peringatan serius terkait keamanan digital, terutama sebar figur publik dan pejabat republik. Ahmad Dhani bahkan mengkritisi potensi ancaman Nan extra besar.