Ngawur Pengakuan Pembunuh Kakek 4 Cucu di Surabaya: gua mutakhir guna Narkoba


Penusukan Maut di Surabaya: Pelaku Mengaku Terpengaruh Narkoba

Kasus penusukan maut Nan menewaskan MJ (59), seorang kakek berbarengan empat cucu, di jalur Pragoto II, Simolawang, Surabaya, Jawa Timur, saat ini mulai membongkar bukti-bukti Krusial. Polisi telah membongkar bahwa pelaku Primer, AR (45) alias Man, mengerjakan langkah tersebut internal kondisi berada di bawah pengaruh narkotika jenis sabu.

Pengakuan Pelaku: “gua mutakhir Nyabu, Pak”

internal pemeriksaan terhadap pelaku, Man menyetujui bahwa dirinya merupakan pengguna hidup sabu Nan Nyaris setiap masa mengonsumsi barang haram tersebut. Ia bahkan mengaku mutakhir saja memakai sabu sebelum Berjumpa korban di Letak peristiwa.

Kondisi ini disinyalir menimbulkan keberanian dan agresivitas pelaku hingga mengerjakan penusukan brutal. Man berucap, “gua mutakhir nyabu pak. Kalau Tak (nyabu), rasanya lemas dan mengantuk. Kombinasi aduk.” dikarenakan pengaruh narkotika itu, pelaku juga mengaku Tak teringat secara Niscaya jumlah tusukan Nan dilayangkan ke tubuh korban.

Korban Sempat Lari Sebelum Tewas

Berdasarkan keluaran analisis medis dan kronologi peristiwa, korban merasakan luka sobek serius di bagian dada kanan hingga menembus paru-paru. Meski internal kondisi terluka parah, MJ sempat Berjuang menyelamatkan diri berbarengan berlari segera menjauh Sembari memegangi lukanya. Namun, korban ujungnya ambruk dan meninggal Bumi di Letak peristiwa.

Klaim Pembelaan Kehormatan Keluarga

Di kembali pengaruh narkoba, pelaku menyebut motif Primer tindakannya Ialah dendam dan sakit batin. Man berdalih bahwa aksinya dijalankan hasilkan membela kehormatan keluarganya, berbarengan tuduhan bahwa korban disinyalir menguji mengerjakan pelecehan terhadap Personil keluarganya. Korban dikatakan hendak mendekati anak pelaku Nan ditinggal lelakinya bekerja di bagian luar kota. Selera sakit batin memuncak hingga pelaku mengagendakan pertemuan berbarengan korban. Pertemuan tersebut berujung tragis pada Kamis (23/4/2026), di tidak terpencil Loka kos korban.

Pelaku Sempat Kabur ke Madura

Usai mengerjakan penusukan, Man sempat melarikan diri ke Kabupaten Sampang, Madura. Ia juga sempat mengemasi barang-barangnya sebelum ujungnya diamankan oleh Tim Jatanras Polrestabes Surabaya. Polisi membongkar bahwa Man bukan pelaku mutakhir internal Bumi kriminal. Ia Mempunyai catatan lebar, termasuk kasus narkotika.

bukti-bukti pelengkap terkait Pelaku

Pelaku mutakhir bebas dari penjara pada 2023 setelah menjalani hukuman 8 tahun internal kasus peredaran Penawar terlarang. Selain itu, Man juga memasuki internal registrasi Pencarian Orang (DPO) hasilkan kasus penadahan sepeda motor curian (curanmor). Beliau residivis kambuhan. Pelaku juga terungkap bekerja serabutan sebagai buruh timbang kardus di kawasan Simokerto. hasilkan mendapatkan sabu, ia kerap patungan berbarengan rekan-rekannya sebesar Rp 80.000 hingga Rp 100.000.

Gelagat Man Sebelum Tusuk Kakek

Terungkap gelagat AR alias Man (45), terduga eksekutor penusukan berujung tewasnya kakek 4 cucu, MJ di gang permukiman padat jalur Pragoto II, Simolawang, Simokerto, Surabaya, pada Kamis (23/4/2026). Man diamankan Personil Tim Jatanras Polrestabes Surabaya tak susut 24 jam dari peristiwa itu. Informasi Nan dihimpun wartawan, pelaku Man tinggal di tidak presisi Esa ruangan Griya rangkai (Rusun) Sombo Simokerto Surabaya. Beliau diamankan di sebuah Loka persembunyiannya kawasan Kabupaten Sampang, Jatim, pada Jumat (24/4/2026) mula masa.

bukti-bukti Nan terungkap

internal penangkapan itu, polisi menyita Esa jaket hoodie denim lengan lebar Rona biru Belia dan putih, serta topi berwarna hitam. Kedua Barang itu merupakan busana AR ketika menghabisi korban. Selain itu, polisi juga menyita pisau Gaucho tradisional atau pisau Pangkas daging beserta sarung pelindungnya berwarna cokelat, disinyalir tangguh alat hasilkan menusuk korban.

Tanggapan dari Pihak Kepolisian

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Edy Herwiyanto menyetujui penangkapan itu. “Alhamdulillah telah tertangkap internal Masa 1 x 24 jam. Berkat doa dan Donasi masyarakat,” ujarnya ketika dihubungi TribunJatim.com, pada Jumat (24/4/2026). Fana, Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Evan Caesar Ibrahim menyebut Kalau terdapat bukti lain Nan merujuk pada keterlibatan pihak lain sebagai tersangka langkah tindak pidana terhadap korban, ia bakal menangkapnya.

Peran Penduduk Setempat

Adik sepupu korban Iwan (34) menceritakan sosok Man Nan dikenal sebagai rekan tongkrongan korban. Bahkan, tak jarang Man juga berkunjung ke Griya ibunda korban di jalur Pragoto II. Bukan Hanya korban, Iwan dan para tetangga Nan bermukim di kawasan jalur Sencaki atau jalur Pragoto juga mengenal sosok Man. Man memang panggilan paling Terkenal distribusi Penduduk. dikarenakan, Tak Eksis Nan tahu Niscaya sebutan Komplit dari sosok Man.

peristiwa Nan Menyedihkan

Iwan berucap, sebenarnya Man bukan orang pertama Nan menemui korban sebelum peristiwa, melainkan adiknya. Adik Man ini terlibat tinjau-cok berbarengan korban sekira pukul 05.00 WIB. Setelah tinjau-cok itu, pelaku ke bagian luar gang hasilkan memanggil Donasi Nan tak lain Ialah kakaknya, Man. Setelah itu Man dan adiknya mendatang MJ di kosannya Lampau terlibat perkelahian. Iwan berucap, adik Man sempat memegangi korban. Lampau, Man langsung menghujami tusukan pada tubuh korban hingga terkapar di Letak peristiwa.

Kesaksian dari Penduduk

Tak hanya Man dan adiknya, sejumlah Penduduk juga menyaksikan dua orang rekan Man Nan berada di jalanan Ambang gang permukiman. “Jadi awalnya, cekcok Baju adiknya. Lampau si adiknya kembali bawa kakaknya itu. terus Eksis Nan lihat di jalur itu Eksis 2 orang. Tapi Nan memasuki Nan kelihatan Hanya 2 orang,” jelasnya. Usai mengeksekusi MJ, Man Seiring adiknya meninggalkan Letak peristiwa Sembari Melangkah. Iwan mengaku sempat menyaksikan sosok Man pada Kamis (23/4/2026) sekira pukul 06.00 atau seusai peristiwa. ketika itu Beliau berpapasan berbarengan Man dan adiknya Nan Melangkah melewati Ambang Griya mertuanya. Kemudian, ia menyaksikan kedua sosok pelaku Melangkah Sigap menuju ke gerbang gerbang gang. Namun, pada masa cantik sepersekian irama itu, ia belum mengetahui Kalau kedua pelaku mutakhir saja terlibat cekcok dan berujung menghabisi nyawa korban. Hingga ujungnya istrinya berteriak dikarenakan mendapatkan kabar dari para tetangga bahwa korban; sang Abang ipar terkapar berbarengan luka tusuk pada tubuh bagian atas. Iwan langsung berlarian menuju ke Loka korban terkapar, dan bertanya kepada para tetangga di Sekeliling Letak terkait peristiwa Nan dialami korban. Setelah menyimak pas melimpah informasi dari para tetangga. penutup Iwan memahami bahwa sang Abang ipar mutakhir saja dihabisi oleh kedua pelaku tadi Nan sempat berpapasan berbarengan dirinya di Ambang teras Griya. “Jadi gua sedang bersihin burung di Ambang Griya. Kan gua Kegemaran burung. gua bersihin, Lampau gua dipanggil istri hasilkan santap. Habis santap itu, istri gua jerit. Bahwa Abang sepupu telah tergeletak di TKP itu. gua berpapasan. Tapi gua enggak tahu kalau habis itu,” ungkapnya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *