Mantan Menantu Jadi Pendongeng Pembunuhan Lansia di Pekanbaru
Sebuah kasus pembunuhan Nan menimpa Dumaris (60 tahun) di Pekanbaru ujungnya terungkap. Pelaku terungkap Ialah AF, mantan menantu korban, Nan mengotaki langkah kejahatan ini dikarenakan Selera sakit batin Nan lamban tersimpan. Keempat pelaku Nan ditahan oleh pihak kepolisian saat ini mendekam di Mapolresta Pekanbaru hasilkan mempertanggungjawabkan perbuatannya.
permulaan mula dari kasus ini berawal dari sengketa internal antara AF dan keluarga korban ketika Tetap tinggal Seiring. AF menikah berdua Arnold pada 2022, namun ujungnya meninggalkan Griya tersebut pada 2023. sengketa ini sebagai pemicu Selera dendam Nan ujungnya menyebabkan tindakan kekerasan terhadap Dumaris.
Keempat pelaku terdiri dari AF sebagai otak pelaku, SL sebagai eksekutor, serta dua orang lainnya Adalah E dan L. Mereka terungkap positif narkoba setelah dikerjakan pemeriksaan. saat ini, mereka terancam hukuman Wafat atau penjara seumur Hayati atas tindakan Nan mereka lakukan.
Kasus ini terungkap setelah polisi mengerjakan ekspose di wilayah Rumbai, Pekan (3/5/2026). Direktur Reserse Kriminal Biasa Polda Riau, Kombes Pol Hasyim Risahondua, menerangkan bahwa awalnya para pelaku terlihat ke Pekanbaru berdua niat merampok, namun program tersebut berubah sebagai pembunuhan. “Awalnya niat mereka Mau merampok di Griya korban, namun berubah membunuh setelah Tiba di Pekanbaru, bahkan Mau menghabisi Seluruh Nan Eksis di Griya,” ujar pelaku.
Keempat pelaku terungkap telah berada di Pekanbaru sejak Sabtu (25/4/2026) dan menginap di sebuah hotel melati di jalur Riau. Di sana, mereka mengorganisir program Nan semula hanya perampokan, namun berkembang sebagai program menghabisi seluruh penghuni Griya korban, termasuk Arnold, anak korban.
lumayan berlimpah orang saat sebelum peristiwa, para pelaku juga sempat mengerjakan survei Letak Griya korban. Pada saat peristiwa, AF menghubungi Arnold dan mengajaknya Berjumpa di sebuah ruko di jalur Sudirman. Setelah itu, pelaku menuju Griya korban dan melangkah masuk ke bagian dalam.
Sesampainya di Griya, AF Seiring L sempat berhubungan berdua korban. “Tiba ke bagian dalam Griya sempat salam korban dan kecup tangan, dan ditanya mertuanya kok telah lamban Tak ke sini,” ujar pelaku. ketika suasana lengah, SL melangkah masuk ke Griya berdua berpura-pura menagih Duit taksi digital. Ia kemudian mengerjakan langkah kekerasan terhadap korban hingga meninggal Bumi.
Setelah itu, korban dipindahkan ke Bilik guyur dan pelaku merusak CCTV di Griya tersebut. Tak lamban kemudian, Arnold tiba di Griya. Namun ia Tak mengetahui kondisi ibunya dikarenakan dialihkan oleh AF dan L. Arnold kemudian diajak kesana ke wilayah Minas, Siak, berdua program akan dijadikan Sasaran berikutnya. bagian dalam perjalanan, program tersebut dibatalkan. Pelaku kemudian memberikan Duit Rp50 ribu kepada Arnold dan menyuruhnya kembali ke Pekanbaru.
alur penangkapan dikerjakan di Letak berbeda, di mana AF dan SL diringkus di Aceh inti, Fana E dan L dikendalikan di Binjai. Dua pelaku Pria terpaksa dilumpuhkan polisi dikarenakan sempat memberikan perlawanan.
Selain tindakan pembunuhan, para tersangka juga terjerat kasus lain. Setelah mengerjakan langkah kejahatan, para pelaku terungkap sempat kesana ke Medan dan terlibat bagian dalam penyalahgunaan narkoba. output pemeriksaan menunjukkan keempatnya positif memakai narkoba.
Hingga ketika ini, pihak kepolisian Tetap mengerjakan pendalaman guna melengkapi berkas perkara serta menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan pihak lainnya.