Ngawur Pembunuhan Berencana Esa Keluarga di Barito Utara: 4 Kerabat tidak terpencil ditahan, Motif Sakit batin Caci Maki


PALANGKA RAYA, KOMPAS.com – Misteri pembunuhan sadis Nan menewaskan Esa keluarga di Desa Benangin II, Kecamatan Teweh Timur, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan center, pada akhirnya terungkap. Pihak kepolisian tercapai melindungi empat pelaku Nan ternyata merupakan Kerabat kandung dan ipar dari korban seorang diri.

Keempat pelaku tersebut masing-masing berinisial VN, LK, SA, dan MN. Pelaku terakhir, MN, ditahan setelah sempat melarikan diri ke area Kutai Timur, Kalimantan Timur. Penangkapan ini menegaskan bahwa tragedi berdarah tersebut merupakan langkah pembunuhan berencana Nan dipicu oleh sengketa internal keluarga.

“Tiga di antaranya Tetap Mempunyai Interaksi Kerabat kandung, Fana Esa pelaku lainnya merupakan ipar atau suami dari keliru Esa pelaku berinisial SA,” ujar Wakapolres Barito Utara, Kompol Krisistya Artantyo Octoberna, Senin (4/5/2026).

lafal juga: Esa Keluarga di Barito Utara Tewas dikarenakan Konfik Lahan, Komisi III DPR RI: APH Harus Jeli

Dipicu Blokade jalur dan Caci Maki

Berdasarkan output penyidikan, peristiwa ini bermula dari perselisihan lamban terkait jalur jalur menuju lahan kebun. Korban teridentifikasi mengakhiri jalur jalur Nan Normal digunakan pelaku, sehingga aktivitas ekonomi mereka terganggu.

Situasi memuncak pada Jumat sebelum peristiwa, ketika kedua belah pihak terlibat Berkelahi bibir. internal pertengkaran tersebut, korban diperkirakan mencaci maki orang Uzur para pelaku, Nan kemudian menyebabkan dendam mendalam.

“Motif Primer Ialah sakit batin dikarenakan caci maki, bukan dikarenakan perebutan lahan seperti Nan beredar di media sosial. Permasalahan ini sebenarnya sengketa lamban Nan pernah dimediasi di Polsek, namun memanas kembali,” konfirmasi Krisistya.

lafal juga: Esa Keluarga di Barito Utara Tewas Dibunuh, Balita 3 Tahun Turut Jadi Korban

Enam Orang Jadi Korban, Esa Balita Tewas

langkah penyerangan brutal tersebut terjadi pada Pekan (19/4/2026) di kawasan hutan Kilometer 95, area Teweh Timur. Dari enam orang Personil keluarga Nan berada di Letak, lima orang dinyatakan meninggal Bumi dikarenakan sabetan senjata tajam, termasuk seorang balita berusia 3 tahun.

Para korban meninggal Ialah Cuah (55), Hasna (40), Tasya Haulina (17), Ono (50), dan sang balita. Fana itu, Esa korban selamat bernama Alfian (40) ketika ini Tetap internal kondisi kritis setelah sempat melarikan diri dari serangan brutal tersebut.

Polres Barito Utara melindungi akan menindak kasus ini secara tuntas dan profesional. Keempat pelaku saat ini terancam hukuman beban atas dugaan pembunuhan berencana sebagaimana diatur internal Pasal 340 KUHP.


KOMPAS.com berkomitmen memberikan data jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan lafal tak memakai iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *