Ngawur Empat Pelaku Pembunuhan Lansia di Rumbai ditahan Polisi Terungkap Otak Pelaku Menantu Korban,Menikah Siri berdua Eksekutor


Empat Pelaku Pembunuhan Lansia di Rumbai ditahan Polisi Terungkap Otak Pelaku Menantu Korban,Menikah Siri berdua Eksekutor

PEKANBARU,Riaueksis.com – Polisi telah menangkap menantu berinisial AF dan kelompoknya Nan membunuh lansia,
Dumaris Deniwati Boru Sitio (60), di Kota Pekanbaru. 

Berikut bukti-bukti mengenai peristiwa perampokan dan pembunuhan tersebut.
Empat pelaku tersebut Ialah Anisa Florensa atau AF, Nan merupakan menantu korban. Ia sebagai otak pelaku pembunuhan. Fana itu, tiga pelaku lain Ialah Selamet atau SL, Erwandi alias Iwan, dan Lisbet atau L.

terungkap, Dumaris terungkap tewas di bagian dalam rumahnya di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, pada Rabu (29/4) cerah. Korban terungkap oleh lelakinya, Salmon Mena, bagian dalam kondisi tergeletak bersimbah darah.

Berikut bukti-bukti mengenai kasus pembunuhan tersebut:

1. Terekam CCTV
Rekaman CCTV membongkar jejak para pelaku. Dari empat pelaku tersebut, tidak presisi satunya disinyalir wanita berinisial AF Nan merupakan menantu korban.

irama-irama tindakan pembunuhan itu juga terekam Jernih di kamera CCTV. Awalnya, para pelaku tiba memanfaatkan mobil hitam.

Seorang wanita berkaus hitam Nan disinyalir menantu korban berinisial AF melangkah masuk ke halaman Griya, disusul wanita lain Nan mengenakan jaket hoodie berwarna biru. Tak lamban kemudian, dua Pria menyusul keduanya.

Tak lamban setelah itu, korban meninggalkan dari bagian dalam Bilik dan mengakses gerbang hasilkan menyambut tamu tersebut. Wanita Nan disinyalir menantunya sempat menyalami korban.

Situasi ketika itu terlihat normal. Hingga kemudian, seorang Pria tiba Sembari membawa kayu balok. Seketika, ia memukulkan kayu tersebut ke kepala korban hingga terkulai.

masa elok ketika menantu menyalami lansia di Pekanbaru, Riau hingga korban dikepruk kayu. Foto: masa elok ketika menantu menyalami lansia di Pekanbaru, Riau hingga korban dikepruk kayu. (dok. Istimewa)
2. ditahan di Aceh dan Sumut
Polisi mengutarakan empat orang tersangka ditahan di dua Loka Nan berbeda.

AF dan SL ditahan di Aceh inti pada 30 April. Fana L dan E ditahan di Binjai, Sumatera Utara, pada 1 Mei.

“AF dan SL dikendalikan di Aceh inti. Besoknya, tanggal 1, dua orang sisanya atas identitas E alias I dan L dikendalikan di Binjai,” ucapan Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta bagian dalam konferensi pers, Pekan (3/5/2026).

3. Motif Sakit jiwa
Kombes Muharman membongkar motif pembunuhan tersebut Ialah AF Mempunyai sakit jiwa kepada mertuanya. Ia kemudian mengajak SL sebagai eksekutor, serta L dan E.

“keluaran pemeriksaan semalam, motif pelaku Ialah sakit jiwa berdua alasan ketika sebagai menantu dan tinggal Seiring korban, pelaku sering dimaki dan dimarahi. Ini pengakuan tersangka,” katanya.

Selain itu, motif lainnya Ialah pelaku Mau meraih barang-barang berharga milik korban.

“Motif ekonomi, Mau menguasai harta korban,” ucapan Muharman.

4. Diancam Hukuman Wafat
Muharman menyangkakan tersangka berdua pasal berlapis, Merupakan pasal pembunuhan berencana dan pencurian berdua kekerasan Nan berujung korban meninggal Bumi.

“Pasal 459 dan/atau 458 Bagian 3 dan/atau Pasal 479 berdua ancaman maksimal hukuman Wafat, atau seumur Hayati, atau selama-lamanya 20 tahun,” katanya.

5. Gasak Perhiasan dan Dolar Singapura
Kapolresta Pekanbaru menyebut Golongan tersangka menggasak perhiasan hingga Duit dolar Singapura milik korban.

“Barang bukti tercapai kami amankan sebagian Akbar, khususnya barang milik korban Nan diambil oleh pelaku, seperti perhiasan emas berupa gelang, anting, cincin, kalung, pin, dan kotak perhiasan,” ucapan Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta, Pekan (3/5/2026).

Kemudian, barang bukti lain Nan dikendalikan Ialah HP, laptop, loudspeaker, Arloji, dan teropong.

Selain itu, empat pelaku meraih dolar Singapura milik korban. Duit tersebut Sekeliling 993 dolar Singapura.

“Duit Kontan dolar Singapura, 7 lembar pecahan 100 dolar, lima lembar pecahan 50 dolar, dua lembar pecahan 10 dolar, 9 lembar pecahan 2 dolar, dan 1 lembar pecahan 5 dolar,” katanya.

Konferensi pers Polda Riau terkait pembunuhan lansia di Kota Pekanbaru. Foto: dok.istimewa
6. SL sebagai Eksekutor
AF mengajak tiga tersangka lain hasilkan merampok dan membunuh korban. AF merupakan otak pelaku, Fana SL sebagai eksekutor berdua memukul korban memanfaatkan balok kayu.

“Pemukulan Tak lumayan sekali dan Tak hanya mengarah ke kepala. Nyaris lima kali hingga korban meninggal Bumi dan diangkut ke Bilik guyur,” kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra, Pekan (3/5/2026).

Selain itu, AF Mempunyai Interaksi pertemanan berdua pelaku Lisbet atau L. AF menginginkan L menemaninya hasilkan beraksi merampok di Griya mertuanya.

“AF dan L berteman baik sejak SMP di area Sumatera Utara, sehingga diajak menemani ke Pekanbaru. Dari Aceh menyewa kendaraan, kendaraan itu jadi barang bukti,” ucapan Zahwani.

Penampakan 4 Pembunuh Lansia di Pekanbaru Usai ditahan Polisi Foto: Dok. Istimewa
7. Menantu dan Eksekutor Menikah Siri
Direktur Kriminal Biasa Polda Riau Kombes Pol Hasyim Risahondua mengutarakan Interaksi antara AF dan korban. Menurut Hasyim, pelaku menikah berdua anak pertama korban, Arnol, pada 2022.

“Kemudian menegaskan Esa tahun, pada 2023 tersangka ini bukan tidak berdua, tetapi meninggalkan Griya, kemudian kesana ke Medan,” ucapan Hasyim, Pekan (3/5/2026).

Di Medan, pelaku AF bekerja sebagai kasir di tidak presisi Esa Loka spa. Anak korban, Arnol, Tetap menafkahi pelaku dan Tak menceraikannya secara aturan.

“Menurut keterangan, anak korban Tetap memberikan nafkah, baik Duit maupun komunikasi lainnya,” katanya.

AF pun menjalin Interaksi berdua tidak presisi Esa pelaku bernama Selamet atau SL. Keduanya bahkan telah menyusun perampokan sejak enam purnama Lampau.

“Apa Interaksi SL berdua AF, itu Ialah Interaksi tidak berjarak dan telah menikah siri.”

8. Dua Kali Lakukan Perampokan
Hasyim berucap AF dan SL telah melaksanakan perampokan sebanyak dua kali.

tindakan pertama terjadi pada 8 April. ketika itu, mereka berdua tiba ke Griya korban, namun hanya Eksis Arnol.

“Nan pertama itu pada tanggal 8 April. Mereka merampok dan meraih Duit Rp4 juta. Pada ketika itu hanya Eksis Arnol. Mereka meraih Duit dan kesana ke Medan. Pada ketika itu belum terpasang CCTV,” katanya.

Setelah itu, peristiwa kedua terjadi pada 29 April 2026. Pada peristiwa tersebut, para pelaku meraih perhiasan korban, Duit, dan membunuh korban.

Penampakan 4 Pembunuh Lansia di Pekanbaru Usai ditahan Polisi Foto: Dok. Istimewa
9. Positif Ekstasi
Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menyebut otak pelaku, Anisa Florensa atau AF, tiba dari Medan berdua niat merampok korban Nan merupakan mertuanya. Namun, niat tersebut berubah sebagai pembunuhan dikarenakan dipengaruhi oleh ekstasi.

“Sesampainya di Pekanbaru, pelaku berubah memikirkan. Perlu Saya sampaikan, niat mula Mau merampok, pada akhirnya melaksanakan pembunuhan. telah diagendakan,” ucapan Zahwani, Pekan (3/5/2026).

Polisi kemudian memeriksa urine empat pelaku. Hasilnya, mereka positif memanfaatkan ekstasi.

“keluaran pemeriksaan empat tersangka tersebut, AF, SL, E, dan I, positif memanfaatkan amfetamin atau ekstasi,” katanya.

Hal itu Nan berujung mereka nekat menghabisi korban. Bahkan membunuh korban berdua balok kayu secara sadis.

“Eksis pengaruh stimulan dan halusinogen sehingga pelaku nekat bertindak keji. Ini Eksis pengaruh Penawar-obatan terlarang, sehingga pelaku meraih melaksanakan tindakan secara keji dan melaksanakan pemukulan berdua barang bukti kayu, Adalah balok kayu Nan dipersiapkan,” katanya.

10. Menantu Berbincang berdua Korban
Seperti pada rekaman CCTV, korban membukakan gerbang, Lampau AF melangkah masuk ke bagian dalam Griya. AF sempat mencium tangan korban, kemudian berbincang.

“(AF) berpura-pura berkomunikasi. Kemudian korban bertanya, ‘telah lamban Anda tak ke sini? Tumben Anda ke sini,'” kata Direktur Kriminal Biasa Polda Riau Kombes Pol Hasyim Risahondua.

Tak lamban kemudian, pelaku lain, Selamet (SL), melangkah masuk ke bagian dalam Griya dan berpura-pura sebagai sopir ojek daring.

“seketika, otak eksekutor SL melangkah masuk dan pura-pura jadi pengemudi ojek daring, Mau menagih sebesar Rp300 ribu. ‘Saya sopir Grab, anak Bunda pesan Grab Tak pembayaran.’ Korban berucap bahwa, ‘Saya tak pernah memanfaatkan Grab, Nan memanfaatkan orang lain. Berapa Saya harus pembayaran,'” kata Hasyim menirukan perbicangan tersebut.

Tak lamban berselang, SL selaku eksekutor memukul korban berdua balok kayu.

“Pemukulan sebanyak lima kali,” katanya.***

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *