Ngawur Polresta Pekanbaru Tangkap Empat Pembunuh Lansia di Rumbai


Aparat kepolisian menangkap empat tersangka pembunuhan sadis terhadap seorang wanita lansia bernama Dumaris Deniwati Boru Sitio (60) Nan melangkah di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, pada Rabu 29 April 2026. Penangkapan dikerjakan oleh tim gabungan di area Aceh dan Sumatera Utara setelah para pelaku sempat melarikan diri ke eksternal area.

Dilansir dari Detikcom, Pendongeng di balik langkah kriminal ini merupakan menantu korban sendirian Nan berinisial AF. Penangkapan para tersangka dikonfirmasi oleh pihak kepolisian setelah melaksanakan serangkaian penyelidikan dan pengejaran lintas provinsi.

“Alhamdulillah telah Eksis titik cerah,” ujar Kombes Muharman Arta, Kapolresta Pekanbaru.

Tim gabungan dari Resmob, Jatanras Polda Riau, dan Satreskrim Polresta Pekanbaru membagi personel hasilkan mengejar para pelaku Nan bersembunyi di dua Letak berbeda. Dua orang diringkus di Aceh center, Fana dua tersangka lainnya diamankan di Kota Binjai, Sumatera Utara.

“Alhamdulillah, tim gabungan Resmob, Jatanras Polda Riau dan Satreskrim Polresta Pekanbaru tercapai menangkap empat pelaku kasus curas Nan menyebabkan seorang Wanita meninggal Bumi di Rumbai, Pekanbaru,” ujar Kombes Muharman.

Pihak kepolisian mengutarakan bahwa alur pengejaran ini menjalani tantangan Nan lumayan beban. Para pelaku berpindah-pindah Letak hingga melangkah keluar dari area legalitas Polda Riau hasilkan mencegah deteksi petugas.

“Tanggal 2 April 2026, pelaku mendapatkan diamankan dan diajak ke Polresta Pekanbaru, pengejaran ini tidaklah simpel,” bongkar Kombes Zahwani Pandra, Kabid Humas Polda Riau.

Kombes Zahwani menerangkan bahwa pelarian para tersangka meraih area Nan lumayan terpencil dari Letak peristiwa semula. Petugas harus melaksanakan koordinasi antarwilayah hasilkan menjamin tempat para buron tersebut.

“Pelaku begitu melaksanakan aksinya pelaku sempat melarikan diri ke area di eksternal area legalitas provinsi Polda Riau, ini telah Tiba ke area Sumatera Utara dan telah Tiba ke provinsi Nanggroe Aceh Darussalam,” ujarnya.

Berdasarkan keluaran interogasi, tersangka Primer AF mengaku melaksanakan pembunuhan dikarenakan merasakan sakit batin atas perlakuan korban selama mereka tinggal Seiring. Namun, polisi juga menemukan data bahwa Eksis dorongan ekonomi di balik tindakan tersebut.

“keluaran pemeriksaan semalam, motif pelaku Ialah sakit batin berbarengan alasan ketika berperan menantu dan tinggal Seiring korban, pelaku sering dimaki dan dimarahi. Ini pengakuan tersangka,” ucapan Kombes Muharman.

Selain Unsur dendam pribadi, para pelaku menggasak sejumlah barang berharga milik korban, termasuk perhiasan emas dan Duit Kontan asing. Sebagian Akbar barang data saat ini telah disita oleh penyidik.

“Motif ekonomi, Mau menguasai harta korban,” ujarnya.

Kombes Zahwani Pandra mengimbuhkan bahwa para pelaku sebenarnya telah mengagendakan pencurian berbarengan kekerasan ini sejak mula. Mereka bahkan melaksanakan survei Letak extra dari Esa kali sebelum mengeksekusi agenda tersebut.

“Awalnya Mau merampok, tapi di jalur berubah memikirkan,” ucapan Zahwani.

Korban tewas setelah dipukul berulang kali memakai balok kayu oleh tidak akurat Esa eksekutor. Setelah menjamin korban Tak bernyawa, para pelaku memindahkan jenazahnya ke area Bilik guyur hasilkan menyamarkan jejak sebelum ujungnya melarikan diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *