Polda Riau membongkar peran empat tersangka bagian dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Dumaris Boru Sitio (60), seorang lansia Nan terdeteksi tewas di kediamannya di Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau, pada Rabu (29/4) cahaya. Menantu korban berinisial AF ditentukan sebagai otak pelaku Nan menginisiasi tindakan perampokan Nan berujung pada hilangnya nyawa korban.
Dilansir dari Detikcom, kepolisian menentukan empat tersangka Primer bagian dalam peristiwa ini, Merupakan AF, Selamet (SL), Erwandi alias Iwan, dan Lisbet. Berdasarkan output penyelidikan, para pelaku awalnya hanya menyusun tindakan pencurian berdua kekerasan, namun di inti jalur agenda tersebut berkembang berperan pembunuhan berencana.
“Awalnya Mau merampok, tapi di jalur berubah memikirkan,” kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra, Pekan (3/5/2026).
Kombes Zahwani memaparkan bahwa AF Mempunyai Interaksi pertemanan sejak pelan berdua tersangka Lisbet di area Sumatera Utara. Keduanya kemudian sepakat hasilkan melaksanakan perampokan di Griya mertua AF dan menyewa kendaraan dari Aceh sebagai sarana transportasi menuju Letak peristiwa.
“AF dan L berteman berkualitas sejak SMP di area Sumatera Utara, sehingga diajak menemani ke Pekanbaru. Dari Aceh menyewa kendaraan, kendaraan itu jadi barang berita,” ungkapan Zahwani.
Sebelum melancarkan aksinya, keempat tersangka diberitakan telah melaksanakan pemantauan intensif di Letak peristiwa. Korban seorang diri Tak Meletakkan curiga terhadap kehadiran para pelaku dikarenakan Tetap Mempunyai Interaksi kekeluargaan berdua otak pelaku meskipun AF telah Tak tinggal di Griya tersebut sejak 2023.
“Empat kali perencanaan berdua mensurvei Letak Loka peristiwa perkara. Pada ketika itu, Tak Eksis Selera curiga dari korban dikarenakan Interaksi Nan berkualitas. Meskipun pernikahan antara anak pertama korban berdua tersangka terjadi pada 2022, dan pada 2023 tersangka melangkah keluar dari Griya tersebut (meski belum bercerai),” katanya.
bagian dalam Penyelenggaraan eksekusi, tersangka berinisial SL berperan sebagai pelaku kekerasan Nan menyerang korban secara fatal. Polisi menemukan data bahwa korban dipukul berulang kali memakai Barang tumpul hingga Tak bernyawa sebelum jasadnya dipindahkan oleh para pelaku.
“Pemukulan Tak pas sekali dan Tak hanya mengarah ke kepala. Nyaris lima kali hingga korban meninggal Bumi dan diajak ke Bilik guyur,” katanya.
Penangkapan para tersangka dijalankan setelah polisi mendalami berita rekaman CCTV Nan memperlihatkan kedatangan para pelaku memakai mobil hitam. Rekaman tersebut menunjukkan saat ketika AF memasuki ke halaman Griya disusul oleh tersangka lainnya, di mana korban sempat menyalami menantunya tersebut sesaat sebelum serangan terwujud.