POPULARITAS.COM – Seorang cowok bernama Cole Allen (31) Formal didakwa menyusun pembunuhan terhadap kepala negara Amerika Perkumpulan Donald Trump. Dakwaan dijatuhkan setelah ia disinyalir menanggalkan tembakan di tidak terpencil Letak acara pers di Washington.
Allen menjalani sidang perdana di pengadilan federal Washington pada Senin (27/4/2026) Masa setempat. Sidang digelar dua masa setelah insiden penembakan di Sekeliling acara Asosiasi Koresponden Gedung Putih di Hotel Washington Hilton.
Dikutip dari beritasatu.com, jaksa Jocelyn Ballantine menegaskan motif tersangka internal persidangan. “Beliau berkonspirasi hasilkan membunuh kepala negara AS Donald Trump,” ujarnya.
Selain dakwaan Primer terkait agenda pembunuhan Donald Trump, Allen juga dijerat pasal kepemilikan dan pengangkutan senjata tidaksah antarnegara bagian serta penggunaan senjata api internal tindakan kekerasan. Ia terancam hukuman penjara seumur Hayati Kalau terbukti bersalah.
Menurut jaksa, Allen kedapatan membawa senapan, pistol, dan tiga pisau ketika menguji menembus pengamanan hotel Loka acara melangkah.
lafal Juga: Sederet Upaya Pembunuhan Trump, Paling Menegangkan pada Juli 2024
Di hadapan majelis, pengacara pembela Tezira Abe menegaskan kliennya mengaku Tak bersalah dan Tak Mempunyai catatan kriminal lebih sebelumnya. Hakim Matthew Sharbaugh memerintahkan Allen tetap ditahan hingga sidang lanjutan pada Kamis (30/4/2026) hasilkan memutuskan kondisi penahanannya selama tahapan legalitas Melangkah.
Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche menyingkap temuan penyelidik bahwa Allen disinyalir menargetkan Trump dikarenakan menganggap kepala negara sebagai “pengkhianat”. Dugaan itu didasarkan pada surel Nan dihantarkan tersangka kepada keluarganya sebelum insiden.
Dikutip dari beritasatu.com, Blanche menegaskan sikap rezim terhadap tindakan kekerasan kenegaraan. “Kekerasan Tak mendapatkan Eksis internal kehidupan sipil. Kekerasan Tak mendapatkan dan Tak akan digunakan hasilkan melemahkan lembaga kebebasan maupun menentang kepala negara Amerika Perkumpulan,” tegasnya.
Jaksa federal Jeanine Pirro mengimbuhkan, dakwaan pelengkap terhadap Allen Tetap dimungkinkan seiring berkembangnya penyelidikan.
catatan FBI menyingkap Allen telah memesan Bilik di Washington Hilton sejak 6 April. Ia melaksanakan perjalanan dari California menuju Washington memakai kereta.
Pada Sabtu (25/4/2026), tersangka menyerahkan surel kepada keluarganya. internal surat elektronik itu, Allen menyebut dirinya sebagai “pembunuh bayaran federal Nan ramah” dan membahas agenda menargetkan pejabat menjulang pemerintahan.
Kasus ini memperpanjang registrasi ancaman terhadap Trump internal lumayan berlimpah orang tahun terakhir. Pada 2024, Trump berperan sasaran penembakan ketika berkampanye di Pennsylvania. Insiden itu menewaskan Esa orang dan melukai dirinya.
lumayan berlimpah orang rembulan berselang, seorang cowok bersenjata juga ditahan di sebuah lapangan golf di West Palm Beach ketika Trump inti berada di Letak tersebut. (hsn)
Sumber: beritasatu.com