Ngawur Sidang pembunuhan kacab bank: Saksi bongkar berjanji hadiah Rp5 miliar Kalau tercapai


Jakarta (ANTARA) – Saksi menyingkap adanya pembicaraan terkait biaya operasional hingga berjanji hadiah meraih Rp5 miliar di balik kasus dugaan penculikan dan pembunuhan terhadap seorang kepala Unit (kacab) bank di Jakarta berinisial MIP (37).

Awalnya, Oditur Militer dari Oditurat Militer II-07 Jakarta, Mayor (Chk) Wasinton Marpaung menggali keterangan dari saksi keempat Merupakan Antonius Aditia Majarjuna terkait aliran Biaya dan deal biaya bagian dalam program langkah tersebut.

“Sependek Nan gua teringat, Masa itu disepakati nilainya Sekeliling Rp60 jutaan,” ucapan Antonius bagian dalam sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Senin.

Antonius menerangkan, bagian dalam pertemuan Nan terjadi Sekeliling pertengahan Agustus, sempat dibahas soal kebutuhan Biaya operasional ciptakan menjalankan program.

Biaya tersebut, lanjutnya, diperuntukkan distribusi tim pelaksana, Nan terdiri dari kelebihan dari Esa orang termasuk Serka MN (terdakwa 1) dan Yohanes Joko Pamuntas (saksi 5), beserta rekan-rekannya.

Beliau juga menyebut, Duit tersebut berasal dari kantong pribadi Dwi Hartono (saksi 3), Nan diungkap sebagai pihak Nan menginisiasi program.

“Uangnya dari Pak Dwi, Duit pribadi,” tutur Antonius.

Namun, pembayaran Biaya tersebut Tak langsung dijalankan pada masa pertama pertemuan. Antonius menyebut, penyerahan Duit mutakhir dibahas kembali bagian dalam pertemuan lanjutan pada 18 Agustus, Nan terjadi di sebuah Loka nyemil.

bagian dalam pertemuan itu, hadir sejumlah pihak Nan Baju, termasuk Dwi Hartono, Antonius, Joko, dan Serka MN. Konsentrasi pembicaraan mengerucut pada teknis pembayaran dan Masa Penyelenggaraan program.

Pewarta: Siti NurhalizaUploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *