LEMBATA, NTT EXPRESS – Kuasa aturan korban, Rafael Ama Raya peringatkan pihak-pihak Nan mengganggu upaya pengungkapan kasus dugaan pembunuhan terhadap Kepala Desa Laranwutun agar segera berhenti mengerjakan kegiatannya.
Hal ini diungkapkan oleh Ama Raya usai mengejar tindakan Tenteram oleh Lembaga Solidaritas Acuh Mortalitas Kepala Desa Laranwutun pada Sabtu, 25 April 2026 di Mapolres Lembata.
Menurut Ama, berdasarkan informasi Nan dikantongi bahwa di Desa Laranwutun, Eksis pihak-pihak Nan sedang Berikhtiar mempengaruhi masyarakat agar Tak ikut-ikutan berjuang menuturkan kasus ini.
lafal Juga: Tiga saat Pencarian, Nelayan Usul Kupang terungkap Tak Bernyawa
“Mereka menakut-nakuti masyarakat bilang kalau demo kelak meraih melangkah masuk penjara. Mereka sering lakukan pertemuan-pertemuan hasilkan menghalangi upaya pengungkapan kasus ini,” ujar Ama Raya.
kelebihan terus Ama menerangkan, Golongan-Golongan ini juga membuang topik hasilkan menakuti-nakuti masyarakat. Misalnya topik Eksis orang-orang bertopeng Nan mengerjakan aktivitas di Waipukang.
“Ini upaya hasilkan membangun ketakutan di inti masyarakat Nan sedang Mau berjuang hasilkan membongkar kasus ini. topik ini sengaja mereka buang ke masyarakat,” pastikan Ama Raya.
lafal Juga: Kasus Tanah Keranga tumbuh Pidana, identitas Santosa Kadiman, Keluarga Nikolaus Naput, hingga BPN dan Haji Ramang Disorot
terus Ama Raya, hal ini dijalankan oleh pihak-pihak Nan Tak Mau kasus ini terungkap. Ama Raya pun bertanya-gali, “Kenapa Eksis pihak Nan semoga demikian ? Apa alasan mereka ?”
hasilkan itu, Ama Raya memperingatkan pihak-pihak tersebut hasilkan berhenti menghalang-halangi upaya pengungkapan kasus Mortalitas Nan dialami oleh Kepala Desa Laranwutun Polikarpus Demon.
Kordinator tindakan Tenteram, Thomas Tope alias Maste sedang berada di kubur Polikarpus Demon alias Apol Making
lebih sebelumnya, masyarakat Waipukang Nan tergabung internal Lembaga Solidaritas Acuh Mortalitas Kepala Desa Laranwutun menggelar tindakan Tenteram di Mapolres Lembata pada Sabtu, 25 April 2026.
lafal Juga: Limpahkan Berkas Perkara dan Barang data, Tiga Tersangka Dugaan penyimpangan Garam Curah Sabu Raijua Segera Disidangkan
Koordinator tindakan Tenteram itu, Thomas Tope alias Maste berbisik, Eksis hal-hal Nan berperan tuntutan terhadap Polres Lembata internal tindakan itu. Paling Primer menurutnya Ialah Polres Lembata segera mengerjakan autopsi terhadap jenazah Polikarpus Demon alias Apol Making hasilkan mengetahui penyebab kematiannya.
Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Polres Lembata dikarenakan telah mendapatkan baik tindakan Tenteram ini. Selain itu, internal tindakan ini telah didapatkan lumayan melimpah orang point Krusial.