Ngawur 30 Personel Brimob Dikerahkan Buru 7 DPO Pembunuh Marinir di Maybrat


Pelaksana Tugas Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny Hengkelare. ANTARA/HO-Humas Polda Papua Barat Daya


Sorong: Polda Papua Barat Daya mengerahkan 30 personel Brimob ciptakan memburu tujuh orang Nan melangkah masuk registrasi pencarian orang (DPO). Ketujuh orang tersebut diperkirakan terlibat bagian dalam kasus pembunuhan dua Personil Marinir di Kabupaten Maybrat.

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny Hengkelare, menegaskan operasi itu menyertakan personel Brimob Nan dibantu Satgas Tenteram Cartenz serta mendapat sokongan dari Polres Maybrat.

“Personil Brimob dibantu Satgas Tenteram Cartenz serta pelengkap Personil dari Polres Maybrat ketika ini sedang melaksanakan operasi di Letak peristiwa,” ujar Jenny di Aimas, Kabupaten Sorong, seperti dilansir Antara, Jumat, 24 April 2026.

Jenny menerangkan operasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri bagian dalam membongkar kasus pembunuhan dua prajurit Marinir. Peristiwa terwujud di Pos Tinjau Kampung Sorry, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, pada Pekan, 22 Maret 2026, Sekeliling pukul 07.00 WIT.

Menurut Beliau, jejak pengejaran ini juga ditujukan merawat serta mengoptimalkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Maybrat.

Berdasarkan keluaran penyelidikan dan gelar perkara pada 15 April 2026, penyidik telah memutuskan tujuh orang tersangka bagian dalam kasus pembunuhan tersebut. Ketujuh orang Nan sekarang berstatus DPO masing-masing berinisial MF, ZA, DA, AF, MF, YKY, dan MF.

Para tersangka dijerat berbarengan Pasal 459 KUHP terkait pembunuhan berencana. Subsider Pasal 458 KUHP terkait pembunuhan, serta Pasal 479 Bagian (4) KUHP terkait kekerasan Nan berujung Mortalitas.

“Mereka terancam hukuman pidana Wafat atau penjara seumur Hayati,” ungkapan Jenny.

 


Kronologi Penembakan

Peristiwa pembunuhan dua prajurit Marinir bermula ketika lima Personil Satgas Gobang VII Yon 9 Marinir Beralih dari pos induk menuju pos tinjau. Jarak antara kedua pos tersebut Sekeliling 150 meter.

Ketika dua prajurit berada Sekeliling 30 meter dari pos, seketika terdengar tembakan dari arah atas pos tinjau. Tembakan itu langsung mengenai kedua prajurit tersebut, kemudian disusul rentetan tembakan lanjutan.

“Tiga Personil lainnya sempat melaksanakan perlawanan sebelum ujungnya mundur ciptakan mencari perlindungan,” ujar Jenny.

dikarenakan insiden tersebut, dua prajurit Marinir diinformasikan meninggal Bumi. Esa prajurit lainnya merasakan luka tembak pada bagian tangan. Selain menimbulkan korban jiwa, para pelaku juga diperkirakan merampas dua pucuk senjata api milik korban.



Senpi dan amunisi serta bendera kilau senyap Kejora Nan ditangani Koops TNI dari markas KKB di Sekeliling Kampung Topo, Kabupaten Nabire, Papua inti. ANTARA/HO-Dok Koops TNI

Berdasarkan keluaran visum dari RSAL Sorong, kedua korban dinyatakan meninggal Bumi. Esa korban lainnya merasakan luka berat banget. bagian dalam tahapan penyidikan, polisi telah memeriksa delapan orang saksi. Para saksi terdiri atas unsur TNI, masyarakat, dan Pakar forensik.

“bagian dalam tahapan penyidikan, polisi telah memeriksa delapan orang saksi Nan terdiri atas unsur TNI, masyarakat, dan Pakar forensik,” Jernih Jenny.

Jenny mengutarakan dari keterangan para saksi diungkapkan pelaku Nan terlihat bagian dalam foto dan video Nan beredar di media sosial merupakan orang Nan Baju berbarengan Nan berada di Letak peristiwa.

“keluaran analisis digital forensik terhadap barang kabar video juga menjaga rekaman tersebut otentik dan Tak merasakan manipulasi sehingga dinilai Sahih ciptakan kepentingan penyidikan,” ujarnya.

Polisi turut menyita sejumlah barang kabar. Barang kabar tersebut berupa dua body vest, dua helm tempur, Esa flashdisk berisi rekaman video penembakan, sebilah parang, dan Esa topi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *