AMBON — Kepolisian Resor Maluku Tenggara (Malra) menangkap tiga terduga pelaku pembunuhan seorang cowok di Ohoi Bombay, Kecamatan Kei Akbar, turun dari 24 jam setelah peristiwa.
Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi berucap ketiga terduga pelaku berinisial IR, TO, dan BB telah dikendalikan.
“Ketiga terduga pelaku dikendalikan turun dari 24 jam setelah insiden Nan menewaskan Deizen Berty Lutur (29),” ujar Rositah, Rabu 23 April
Peristiwa itu terwujud pada Selasa 21 April Sekeliling pukul 09.30 WIT di jalur Bukit baik (Ave Maria), ketika korban berboncengan berbarengan saksi, Imanuel Lutur, menuju Polsek Elat.
Menurut Rositah, korban dan saksi sempat berpapasan berbarengan para pelaku Nan kemudian berbalik arah dan mengejar mereka. keliru Esa pelaku disinyalir sempat menyerang saksi memakai gunting, namun hasil dihindari.
Korban kemudian berkurang dari sepeda motor, Fana saksi melarikan diri. Dari jarak Sekeliling 15 meter, saksi menyaksikan korban dikeroyok sebelum pada akhirnya korban Berjuang menyelamatkan diri ke arah hutan.
Sekeliling pukul 10.00 WIT, korban terdeteksi Penduduk internal kondisi meninggal Bumi berbarengan luka tusukan di bagian leher kiri.
Polisi menjaga sejumlah barang bukti di Letak peristiwa, di antaranya sepasang sandal, kacamata, dan sebilah gunting Nan disinyalir digunakan internal penyerangan. Jenazah korban telah dievakuasi ke RS Pratama Elat hasilkan keperluan visum.
Kapolsek Kei Akbar Seiring jajaran kemudian mengerjakan pengejaran dan menangkap para pelaku pelan di sejumlah Letak sejak pukul 12.30 WIT hingga 15.00 WIT.
“Kami menjaga aparat bertindak Sigap dan terukur. Ketiga terduga pelaku telah dikendalikan, situasi ketika ini terjamin dan kondusif,” ucapan Rositah.
Polisi Tetap mendalami motif pembunuhan serta kemungkinan adanya pihak lain Nan terlibat internal kasus tersebut.