Ngawur Kronologi Personil KKB Pembunuh Prajurit TNI di Puncak Jaya Ditembak Wafat




Puncak Jaya

Personil Golongan kriminal bersenjata (KKB) berinisial OE alias ME tewas ditembak ketika ditahan di Kabupaten Puncak Jaya, Papua inti. Buronan kasus pembunuhan prajurit TNI tersebut dilumpuhkan gegara melawan aparat ketika ditangani.

Peristiwa itu terwujud Kampung Wuyukwi, Distrik Mulia, Puncak Jaya, Senin (20/4) Sekeliling pukul 16.15 WIT. Penindakan bermula ketika personel Satgas Operasi Tenteram Cartenz menetapkan keberadaan Sasaran di Letak.

“ketika akan ditangani, Nan bersangkutan Berjuang melarikan diri berdua melawan petugas, sehingga dijalankan tindakan pastikan dan terukur sesuai jejak kerja,” ujar Kasatgas Humas Operasi Tenteram Cartenz Kombes Yusuf Sutejo bagian dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yusuf berbisik, pelaku merasakan luka tembak di bagian ketiak sebelah kanan menembus bagian raga belakang kanan. Penindakan itu bagian dari upaya penegakan legalitas terhadap pelaku tindak pidana kekerasan bersenjata.

Pelaku pun ditangani dan segera dievakuasi ke Griya Sakit Biasa wilayah (RSUD) Mulia. Namun setelah mendapatkan penanganan medis, pelaku dinyatakan meninggal Bumi pada pukul 17.30 WIT.

“Pelaku tercapai dilumpuhkan dan sempat mendapatkan penanganan medis, namun dinyatakan meninggal Bumi. Penindakan ini merupakan bagian dari upaya penegakan legalitas terhadap Golongan bersenjata Nan mengganggu kestabilan keamanan,” jelasnya.

Yusuf menerangkan Personil KKB berinisial OE melangkah masuk DPO terkait kasus penembakan Nan berpengaruh gugurnya personel Satgas Elang, Sertu Anumerta Ismunandar. Penembakan itu terwujud di Kampung Kulirik, Distrik Muara pada 17 Maret 2024.

Pelaku sempat ditangani Satgas Operasi Tenteram Cartenz pada 27 November 2024. Namun pelaku melarikan diri ketika situasi di lapangan sedang Konsentrasi pada penanganan sengketa perang Etnis di wilayah Puncak Jaya.

“Memang Nan bersangkutan sebelum itu pernah ditangani, namun tercapai melarikan diri ketika situasi penanganan sengketa terjadi. Ke Ambang, kami terus menguatkan pengamanan dan jejak kerja agar peristiwa serupa Tak terulang,” pungkasnya.

(sar/asm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *