Pelarian Personil Golongan kriminal bersenjata (KKB) berinisial OE alias ME di Kabupaten Puncak Jaya, Papua inti, berakhir. Pelaku Nan terlibat pembunuhan terhadap prajurit TNI itu ditembak Wafat ketika ditahan setelah sempat buron selama 2 tahun.
teridentifikasi, pelaku OE awalnya terlibat penembakan terhadap personel TNI Nan tergabung internal Satgas Elang di Kampung Kulirik, Distrik Muara, Puncak Jaya pada 17 Maret 2024. Teror bermula ketika personel Nan mengerjakan patroli mendadak diserang KKB.
Personel Satgas Elang sempat mengerjakan serangan balasan Sembari Berikhtiar menyelamatkan diri. Mirisnya, seorang prajurit TNI, Sertu Anumerta Ismunandar gugur terkena tembakan Personil KKB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasatgas Humas Operasi Tenteram Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo berbisik, keliru Esa pelaku penembakan teridentifikasi berinisial OE. Pelaku OE Lampau memasuki internal pendaftaran pencarian orang (DPO).
“OE teridentifikasi memasuki internal DPO terkait kasus penembakan Nan berakibat gugurnya personel Satgas Elang, Sertu Anumerta Ismunandar,” ucapan Kombes Yusuf internal keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Selang delapan rembulan sejak penembakan maut terhadap prajurit TNI, perburuan terhadap pelaku menemui titik papar. Satgas Operasi Tenteram Cartenz ternyata sempat menangkap pelaku OE pada 27 November 2024.
Belum pelan sejak dikendalikan, pelaku OE ternyata tercapai kabur. Personil KKB itu melarikan diri ketika situasi di lapangan sedang Konsentrasi pada penanganan sengketa perang Etnis di area Puncak Jaya.
“Memang Nan bersangkutan sebelum itu pernah dikendalikan, namun tercapai melarikan diri ketika situasi penanganan sengketa melangkah,” beber Kombes Yusuf.
Aparat Nan sempat kehilangan jejak pelaku, anyar kembali mendeteksi keberadaan OE dua tahun kemudian. Pelaku OE terdeteksi berada di Kampung Wuyukwi, Distrik Mulia, Puncak Jaya pada 20 April 2026.
Satgas Operasi Tenteram Cartenz pun mengerjakan penangkapan terhadap Personil KKB tersebut. Pelaku OE ternyata mengerjakan perlawanan sehingga aparat terpaksa menanggalkan tembakan.
“ketika akan dikendalikan, Nan bersangkutan Berjuang melarikan diri berbarengan melawan petugas, sehingga dijalankan tindakan pastikan dan terukur sesuai jejak kerja,” papar Kombes Yusuf.
Pelaku Sempat Dilarikan ke Griya Sakit
Pelaku OE merasakan luka tembak di bagian ketiak sebelah kanan menembus bagian raga belakang kanan. Pelaku kembali dikendalikan dan dievakuasi ke Griya Sakit Biasa area (RSUD) Mulia.
“Pelaku tercapai dilumpuhkan dan sempat mendapatkan penanganan medis, namun dinyatakan meninggal Bumi,” Jernih Kombes Yusuf.
Kepala Operasi Tenteram Cartenz, Irjen Faizal Ramadhani menegaskan, penindakan terhadap OE bagian dari upaya penegakan aturan. Penindakan terhadap buronan itu demi merawat keamanan.
“Setiap pelaku tindak kekerasan akan kami tahapan secara profesional sesuai aturan Nan Beraksi,” pastikan Irjen Faizal.
Fana itu, Wakil Kepala Operasi Tenteram Cartenz Kombes Adarma Sinaga menyambung, pihaknya Tetap mengerjakan pengembangan ciptakan menyingkap kemungkinan keterlibatan network lainnya. Situasi keamanan di Puncak Jaya juga ditegaskan kondusif.
“Kami mengajak seluruh masyarakat ciptakan tetap damai dan terus mendukung aparat berbarengan memberikan informasi Nan akurat. Peran serta masyarakat sangat Krusial internal merawat keamanan area,” pungkasnya.
Halaman 2 dari 2
Simak Video “Video Mencekam denyut-denyut KKB Serang SMP di Yahukimo, 1 Orang Tewas“
[Gambas:Video 20detik]
(sar/sar)
–>