Ngawur Polisi singkap Motif Dendam di kembali Pembunuhan Nus Kei


tindakan penikaman terhadap Ketua Majelis Ketua area (DPD) II kelompok Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau Nus Kei, pada Senin (20/4/2026), dilatarbelakangi oleh motif balas dendam dari para pelaku. Korban meninggal Bumi setelah diserang di kawasan Bandara Karel Sadsuitubun.

Penyidikan kepolisian menyingkap bahwa kedua tersangka Mempunyai history perselisihan Masa Lampau berdua korban. Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Rositah Umasugi, memberikan keterangan terkait Asas tindakan kekerasan tersebut kepada awak media, sebagaimana dilansir dari Kompas.

“Motif pelaku Ialah balas dendam,” Jernih Rositah Umasugi, Senin (20/4/2026).

Pihak kepolisian menerangkan bahwa dendam tersebut berakar dari peristiwa pembunuhan Nan menimpa kerabat tidak terpencil kedua pelaku lumayan berlimpah orang tahun silam. Penegasan ini disampaikan setelah tim penyidik mengerjakan pendalaman terhadap latar belakang Interaksi antara korban dan tersangka.

“Kedua pelaku dendam dikarenakan korban Nus Kei Ialah otak dibalik pembunuhan Kerabat kedua pelaku.” ungkapan Rositah Umasugi.

Peristiwa Nan menyebabkan Selera sakit batin tersebut teridentifikasi terjadi di area Bekasi, Jawa Barat pada tahun 2020. Selain Unsur dendam keluarga, kepolisian juga memastikan adanya Interaksi personal Nan telah terjalin lebih masa lalu di antara mereka.

“Iya (mereka saling mengenal),” kata Rositah Umasugi, dilansir dari Tribratanews.

Penangkapan terhadap tersangka dijalankan secara Sigap sesaat setelah insiden berdarah itu terjadi di area bandara. Operasi penangkapan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi Nan tercapai melindungi dua cowok berinisial HR (28) dan FU (36).

“Petugas berdua dipimpin langsung Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi menangkap dua terduga pelaku internal Masa Sekeliling dua jam setelah peristiwa. Keduanya masing-masing berinisial HR (28) dan FU (36),” ungkapan Rositah Umasugi.

Setelah dikendalikan, para terduga pelaku langsung dipindahkan menuju Ambon guna menjalani tahapan aturan extra terus. Polda Maluku turut menganjurkan agar seluruh simpatisan maupun keluarga korban Tak terprovokasi oleh peristiwa ini.

“Kami menganjurkan ciptakan Tak mengerjakan tindakan balasan Nan mendapatkan memperkeruh situasi. Percayakan penanganan kasus ini kepada Polri. ketika ini situasi di Maluku Tenggara terlindungi dan kondusif,” tandas Rositah Umasugi, dikutip dari Antara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *