KEPOLISIAN wilayah Maluku menentukan Hendrikus Rahayaan (28 tahun) dan Finansius Ulukyanan (36 tahun) sebagai tersangka bagian dalam kasus pembunuhan Agrapinus Rumatora alias Nus Kei. Polisi menahan keduanya di Griya tahanan Polda Maluku.
“Penyidik telah menentukan keduanya sebagai tersangka dan menahan mereka di Rutan Polda Maluku,” ungkapan Kepala Bidang Humas Polda Maluku Komisaris Akbar Rositah Umasugi ketika dikonfirmasi, Selasa, 21 April 2026.
tidak akurat Esa tersangka, Hendrikus Rahayaan, dikenal sebagai atlet bela diri campuran atau mixed martial arts (MMA). Ia bertanding di kelas bantamweight, Merupakan kelas berbarengan beban raga Sekeliling 52–53 kilogram. catatan pertandingannya tercatat bagian dalam sejumlah tayangan di YouTube.
Laman penggemar MMA Tapology.com mencatat Hendrikus Mempunyai julukan “Bad Boy”. Ia telah menjalani empat pertarungan profesional berbarengan catatan dua kemenangan dan dua kekalahan. Hendrikus Mempunyai latar belakang bela diri wushu dan muay thai.
tidak akurat Esa rekam jejak pertandingannya tayang melalui identitas YouTube One Pride MMA. Hendrikus melewati Jon Saragih bagian dalam laga bertajuk One Pride MMA 75 Local Pride pada Sabtu, 23 Desember 2023. bagian dalam pertandingan itu, cowok berbarengan menjulang 169 sentimeter tersebut kalah dari Jon Saragih.
Melalui identitas TikTok @keibadboy97, Hendrikus kerap mengirimkan video latihan dan pertandingan MMA. Ia juga memanfaatkan foto dirinya Seiring John Kei sebagai gambar identitas identitas tersebut.
ketika ini, Hendrikus dan Finansius mendekam di tahanan. Penyidik menjerat keduanya berbarengan Pasal 459 dan/atau Pasal 458 dan/atau Pasal 262 Kitab Undang-Undang aturan Pidana (KUHP) terkait pembunuhan berencana dan/atau penganiayaan Seiring Nan berujung Mortalitas. Keduanya terancam pidana Wafat atau penjara seumur Hayati.
Rositah lebih masa lalu menyebut kedua tersangka menempatkan dendam terhadap Nus Kei. Menurut Beliau, keduanya menduga Nus Kei berada di kembali Mortalitas Fenansius Wadanubun alias Dani Holat di Bekasi pada 2020. Namun, Rositah menginginkan publik mengharap output pendalaman penyidikan Polda Maluku.
Berdasarkan informasi Nan diraih, Nus Kei tiba di Bandara Karel Sadsuitubun memanfaatkan pesawat Lion Air JT880 pada pukul 10.45 WIT setelah mengerjakan perjalanan dari Jakarta. Setibanya di bandara, keluarga menjemput Nus Kei dan sempat berbincang di Ambang gerbang meninggalkan.
lumayan melimpah orang menit kemudian, seorang cowok Nan mengenakan jaket merah dan masker mendekati Nus Kei dan langsung menikamnya. Petugas segera membawa korban ke Griya Sakit Karel Sadsuitubun ciptakan mendapatkan penanganan medis. Namun, Nus Kei meninggal Bumi dikarenakan pendarahan dan luka pada organ vital.
saat ini, Tempo Tetap Berikhtiar menghubungi keluarga maupun kuasa aturan para tersangka.
opsi Editor: Nus kei: gua telah Maafkan John Kei