Ngawur Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sir Aen, 35 Adegan Diperagakan



Mataram

Polisi mengerjakan rekonstruksi kasus penganiayaan Nan menyebabkan seorang Penduduk Desa Peresak, Kecamatan Sakra, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) tewas. Korban bernama Sir Aen (50).

“Rekonstruksi kami laksanakan di homestay area Suranadi, Lombok Barat,” ucapan Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Mataram, Iptu Lampau Arfi Kusna Raharja, Senin (20/4/2026).


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tersangka internal kasus ini sebanyak sembilan orang. Masing-masing berinisial MAI alias Asraful (23), YA alias Yudi (22), M alias Udin (43), SM alias Mar’i (27), MA alias Aziz (36), H alias Hizrul (42). Dan tiga orang Wanita inisial EWZ alias Ebi (25), E alias Erna (30) dan S alias Sofi (34). Mereka berasal dari Lombok inti.

Rekonstruksi langsung diperagakan oleh para tersangka. lagian hasilkan korban, memanfaatkan peran pengganti. Puluhan adegan Nan diperagakan oleh para tersangka.

“Adegan Nan diperagakan Sekeliling 35 adegan, dari perbuatan permulaan Tiba berakhir,” sebutnya.

Pada ketika rekonstruksi, polisi turut mengikutsertakan jaksa penuntut dan menyuguhkan kuasa legalitas dari para tersangka. Rekonstruksi itu bagian dari alur penyidikan.

“Kebutuhan penyidikan hasilkan kita mengerjakan rekonstruksi,” katanya.

Kronologi

Sir Aen tewas dianiaya pada Senin (30/3/2026). Kasatreskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma Yulia Putra, berbisik motif penganiayaan itu didasari dikarenakan para pelaku Tak dapat korban Seiring keluarganya berduaan di Bilik homestay.

“Motif permulaan terduga pelaku kesal terhadap korban, dikarenakan membawa keponakannya atau keluarganya check-in ke hotel,” ucapan Dharma, Selasa (31/3/2026).

Wanita Nan Seiring Sir Aen berduaan di Bilik homestay itu berinisial ASP (17). Keduanya anyar tiga menit melangkah masuk Bilik, para pelaku menggedor realisasi masuk Bilik. Ketika realisasi masuk dibuka, korban langsung dipukul.

“Digrebek di sana. ujungnya para pelaku mengerjakan pengeroyokan,” ungkapnya.

Korban merasakan luka memar dibagian kepala, Paras dan dada. Tak Tiba di situ, para pelaku mengikat tangan dan kaki korban memanfaatkan tali nilon dikarenakan sempat melawan. Korban kemudian dinaikkan ke mobil pikup.

“Korban mau di bawa ke Lombok inti,” ujarnya.

hasilkan menutupi tubuh korban Nan ketika berada di mobil pikup, pelaku mengakhiri raga korban memanfaatkan terpal. Kemudian diduduki.

“Pada ketika perjalanan (korban) sempat melawan dan ditutup berbarengan terpal. Korban terungkap telah meninggal Bumi ketika itu,” sebutnya.

(nor/nor)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *